Krisis Percaya Diri


Nemu kiriman email dari ust Awan Abdullah, setelah diubek-ubek emailnya ternyata ada tulisan ini, duhh kesindir nih saya..:P
 
Krisis PD (Percaya Diri) ini menjadi masalah umum yang dialami oleh sebagian orang dan sering dianggap masalah yang remeh. Padahal krisis PD ini bisa jadi malah menyusahkan diri mereka sendiri. Emang seperti apa sih dampaknya?

Coba kita ingat… Pernahkah Anda dalam menghadiri pengajian atau seminar memilih duduk paling belakang? Alasannya karena takut ditanyai pembicaranya. Setelah duduk paling belakang, akhirnya merasa kesulitan mengikuti pengajian atau seminar tersebut karena suara pembicara tidak terdengar jelas ataupun slide-slide yang disampaikan pembicara terhalang orang-orang yang duduk di depannya.

Pernahkah mengalami hal seperti itu?

Atau semisal Anda seorang pelajar, Anda ragu-ragu untuk tunjuk jaris sebagai tanda Anda akan menjawab pertanyaan yang diajukan guru Anda. Kenapa? Karena takut salah. Setelah jawaban yang dilontarkan guru ternyata sama dengan jawaban yang ada dalam benak Anda, Anda menyesal.

Kenapa ya krisis PD itu bisa muncul? Yuk kita cermati  penyebab krisis PD berikut ini :

1. Su’udzon (Berprasangka Buruk) Pada Diri Sendiri
“Kalau aku pintar, aku mau bergaul sama mereka. Lha akunya biasa-biasa aja, takut omonganku gak nyambung nanti.”

Duh…., kenapa berprasangka pada diri sendiri bahwa dirinya bodoh? Padahal kita ini ciptaan Alloh. Dan Alloh telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya (QS. At-Tiin). Jadi, janganlah menganggap remeh pada diri sendiri sekalipun.

2. Takut Salah
Jika seseorang selalu merasa takut mencoba sesuatu karena takut salah, maka selamanya dia tidak akan maju. Semua orang besar selalu pernah melakukan kesalahan dalam perjalanan mereka menuju kesuksesan. Dan setiap kesalahan yang mereka lakukan menjadikan mereka bertambah ilmu.

Kita dapat belajar dari Thomas Alva Edison yang di masa kecilnya memiliki nilai yang sangat buruk di kelasnya hingga ditarik keluar oleh ibunya dari sekolah. Tapi dia tidak pernah patah semangat. Dia senang membaca buku-buku ilmiah orang dewasa dan sering melakukan percobaan. Apakah dia pernah gagal dalam percobaannya? Ribuan kali dia gagal. Hasilnya, Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Subhaanalloh…

Kata kebajikan yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah:

“Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras”.

“Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”.

“Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju”.

3. Dengan Siapa Kita Bergaul
Jika kita bergaul dengan tukang las, kita kena percikan apinya. Bergaul dengan penjual parfum, kena wanginya. Maka, bergaul dengan pengecut ketularan pengecut juga. Sedangkan bergaul dengan orang sukses, kita akan termotivasi untuk sukses.

Pernahkah kita mendengar, “Jika ingin kaya, bergaullah dengan orang kaya.” Bukan berarti kalau pas gak ada uang lalu kita bergantung pada mereka. Tapi, dengan bergaul dengan orang-orang kaya & sukses, kita dapat menyerap ilmu yang mereka miliki untuk kaya dan sukses, insyaAlloh.

Oleh karenanya, pandai-pandailah memilih teman bergaul yang baik akhlaknya dan mempunyai motivasi kuat untuk sukses.

4. Mudah Terpengaruh Pendapat Orang Lain
Pernahkah dengan cerita tentang seorang ayah, anak, dan keledainya? 

Dahulu kala, ada seorang ayah yang bernama Luqmanul Hakim. Pada suatu hari, sang ayah mengajak anaknya pergi ke pasar untuk menjual seekor keledai. Merekapun lalu pergi ke pasar bersama-sama.

Karena keledai itu kecil, maka sang ayah meminta anaknya untuk naik ke atas keledai, sementara dia sendiri berjalan di sampingnya sambil menuntun leher keledai itu. Di tengah jalan mereka bertemu dengan seseorang. Lalu orang tersebut berkata,”Alangkah tidak sopannya anak ini. Dia enak-enakkan naik keledai, sementara ayahnya hanya berjalan kaki.”

Mendengar perkataan itu sang anak lalu turun dari keledai dan meminta ayahnya untuk naik. Beberapa saat kemudian mereka bertemu dengan orang lain lagi dan orang itu berkata,”Betapa teganya orang tua ini. Dia naik keledai sementara anaknya yang masih kecil dibiarkan berjalan kaki.”

Mendengar perkataan ini sang ayah berkata,”Nak, mari, naiklah keledai ini bersama ayah.” Lalu mereka berdua naik keledai itu bersama-sama. Kemudian mereka bertemu seseorang lagi dan orang tersebut berkata, ”Kasihan, keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang.”

Mendengar ini mereka berdua lalu turun dari keledai dan hanya berjalan kaki. Ketika mendekati pasar, mereka bertemu dengan seseorang dan orang itu berkata,”Mengapa kalian berdua tidak memanfaatkan keledai itu, untuk apa kalian berjalan kaki jika ada keledai yang bisa kalian naiki?”

Sampai di sini sang ayah lalu berhenti dan berkata kepada anaknya,”Nak, Lihatlah, jika kita hanya menuruti perkataan/pikiran orang lain, maka tidak akan pernah ada habisnya dan bingunglah kita jadinya.”

Sepenggal cerita di atas bisa jadi pelajaran buat kita supaya jangan terpengaruh dengan perkataan orang lain yang meragukan kemampuan kita.

Okey….
Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa minder dalam diri kita. Anda tidak perlu resah dengan kekurangan yang ada. Jika ada melakukan kesalahan, tinggal perbaiki kesalahan yang Anda buat, dan jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.

 
The last but not least… Selalu perkaya diri Anda dengan ilmu. Karena dengan memiliki banyak ilmu, otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa tertutupi oleh kelebihan lain yang kita miliki!

Sahabat, begitu banyak orang yang tidak menyadari ‘sleeping giant‘ dalam dirinya. Potensi dahsyat dan besar yang acapkali diabaikan oleh alam pikirannya sendiri, yaitu TIDAK PD! So, percaya dirilah! Agar semua potensi dahsyat yang Anda miliki keluar dengan optimal! :)

Yah, semoga bermanfaat meskipun ini bukan tulisan asli saya, hehehe..

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s