Inilah awalnya…^^


Sore begitu dingin. Hujan telah mengguyur bumi dan sudah reda beberapa menit yang lalu. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu. Sudah hampir 4bulan aku menikah, menjalani lanjutan hidupku bersama jodoh hidupku, Mas Tata. Begitu banyak hal yang telah aku pelajari dari rumah tangga ini. Ingatan pun berkelebat menuju 2tahun lalu.

Juni 2010.

Bulan ini adalah bulan kelulusanku. Lulus kuliah? Bukan, tapi lulus dari sebuah sekolah menengah kejuruan swasta terpencil di kota Jogja. Meskipun aku tidak sekolah di sekolah negeri dan terkenal, tapi selama 3tahun belajar, aku menikmati peranku sebagai seorang pelajar. Dan tidak terasa juga waktu berlalu sangat cepat. Sehingga sudah tiba saatnya aku ‘keluar’ dari seluk beluk pendidikan. Menuju gerbang kehidupan yang sebenarnya.

Ya, bisa ditebak. Aku tidak akan melanjutkan kuliah untuk menimba ilmu yang lebih banyak. Dari kecil aku tidak pernah bermimpi untuk menginjakkan kakiku di tanah universitas. Meskipun sempat terbesit untukku menjadi guru, waktu aku SMP. Namun keadaan membuatku tertawa dengan mimpi yang terlalu tinggi. Punguk merindukan bulan. (Sebenarnya waktu itu mungkin aku terlalu pesimis tentang kuliah).

Meja-meja pendidikan telah berlalu, saatnya berjuang ke tanah yang sebenarnya. Bekerja. Ya, semangatku untuk bekerja sangat tinggi waktu aku lulus SMK. Waktu itu aku menganggap lulusan SMK Akuntansi telah lumayan cukup untuk syarat melamar pekerjaan. Karena segala sesuatu itu berasal dari niat kan? Nah begitu pula dengan aku. Aku yakin ijazah SMK akan menyelamatkan aku untuk bekerja.

Kebimbangan dan ujian mulai datang. Hati mulai goyah. Untuk apa? Oh iya, sedari SMP aku sudah bercita-cita untuk merantau ke pulau seberang. Pulau yang saat itu menjanjikan aku harapan besar untuk menggapai asa. Dari niat itulah pada saat aku masuk Sekolah menengah, aku memutuskan untuk masuk SMK. Skill sangat dibutuhkan untuk bekerja, jadi ku putuskan untuk menimba ilmu di SMK.

Dan benar saja, karena saat itu syarat untuk bisa bekerja adalah ijazah SMA. Itulah syarat terendah untuk ijazah. Jaman sekarang jarang sekali yang menggunakan lulusan SMP. Karena tujuanku adalah merantau ke Pulau Batam, aku pun bersemangat mencari informasi dan syarat-syarat yang dibutuhkan. Aku ingat jelas waktu itu pengumuman kelulusan pun belum keluar. Dan aku juga ingat dengan jelas, teman-teman yang mempunyai keinginan yang sama untuk merantau bersedia menjadi teman untuk mencari informasi. Hari-hari menunggu pengumuman pun kami habiskan untuk merangkai rencana-rencana yang kami impi-impikan.

Pagi itu sekolah lumayan ramai untuk anak-anak kelas 3 yang menunggu informasi tentang kelulusan. Ada banyak siswa yang berangkat ke sekolah setelah beberapa hari sebelumnya haya bermalas-malasn di rumah karena tidak ada sesuatu yang penting untuk pergi ke sekolah. Tapi berbeda dengan pagi itu. Ada tamu dari PJTKI, semacam penyalur untuk TKI dari Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Ada sosialisasi rupanya, sedang berlangsung di serambi musholla sekolah. Berbagai penjelasan pun diberika oleh para karyawan dari PJTKI. Ya, beberapa hari yag lalu sekolahku menerima banyak tamu dari berbagai lembaga, mulai dari universitas yang menawarkan beasiswa atau sekedar promosi, sampai ke lembaga-lembaga pennyalur pekerja. Seperti PJTKI ini. Oh iya, aku lupa mengenalkan sahabat-sahabatku waktu SMK. Banyak sih, tapi ada beberapa yang lumayan dekat dan punya mimpi yang sama denganku waktu itu: Merantau ke Pulau Batam. Ada beberapa dari mereka, namanya Evi dan Liya. Mereka berjanji padaku akan sama-sama pergi ke Batam.

Persahabatan pun mulai retak..

Akhir dari sosialisasi dari PJTKI itu adalah merekrut calon TKI dari sekolahku. Memang, tahun-tahun sebelumnya banyak alumni dari sekolahku yang pergi ke luar negeri: Malaysia. Dan ternyata tawaran dari PJTKI itu telah menggoda aku dan juga teman-temanku. Pada waktu itu aku dan teman-teman semua diberikan formulir seperti kertas ujian. Dan kami pun menjawabnya dan mengikuti prosedur yang diperintahkan oleh orang-orang dari PJTKI itu. Waktu itu kami bertiga tidak akan mengubah tujuan kami untuk pergi ke Batam. Tapi ternyata, Evi dan Liya mengatakan akan mencoba apa yang ditawarkan oleh PJTKI itu. Sembari menenangkan aku, mereka berjanji akan menemaniku pergi ke Batam kalau test-nya gagal. Waktu itu aku sebenarnya pengen ikut test, tapi umurku waktu itu belum 18tahun. Syarat untuk menjadi TKI adalah berumur 18tahun. Aku sedih bukan main tidak bisa mengikuti kloter pertama. Orang PJTKI itu bilang aku bisa mengikuti kloter kedua, 6bulan lagi, saat umurku genap 18tahun. Oh tidak…aku jelas menolak itu. Aku tidak bisa nganggur selama 6bulan.

Akhirnya aku pulang dengan perasaan sedih. Evi dan Liya merasa bersalah padaku. Waktu itu aku benar-benar marah pada mereka berdua. Bagaimana tidak, aku ditinggal sendiri, meskipun waktu itu keputusannya belum pasti. Seminggu kemudian aku dikabari mereka berhasil lolos test kesehatan, dan akan melanjutkan proses pembuatan visa dan paspor yang prosesnya sekitar 2bulan. Huh, aku benar-benar gondok pada mereka berdua, mana jaji mereka? Sudah membohongiku.

Aku pun tidak ingin bersedih lebih lama. Aku mencoba melamar pekerjaan di sekitar Jogja. Tapi sama saja, mereka menerima pekerja yang berumur diatas 18tahun. Betapa malangnya aku waktu itu. Akhirnya dengan nasib yang sama, aku menemukan teman baru, Dina teman sekelasku yang juga bernasib sama: ditolak perusahaan karena umur yang belum cukup. Haha..

Dan kami pun memutuskan untuk berkunjung ke dinaskertrans. Ternyata disana banyak perusahaan-perusahaan yang membutuhkan operator produksi untuk bekerja di Batam. Cocok sekali..:D. Dan kami pun mendaftar untuk salah satu perusahaan yang sepertinya tidak terkenal disana. Maklum, ada beberapa perusahaan terkenal disana, seperti Panasonic, Teac, TEC, Sanyo dll.

Petualangan pun dimulai. Setelah beberapa hari berkutat dengan kantor-kantor pemerintahan, akhirnya syarat-syarat terpenuhi. Tinggal menunggu pengumuman diterima atau tidak. Oh ya, waktu itu ijazah SMK belum jadi, dan aku menggunakan surat keterangan dari kepala sekolah beserta ijazah SMP. Hehe, karena itu yang disarankan penyalur.

Pengumuman diterima pun telah kami kantongi. Aku lolos…yihuuyy. Aku dan Dina pun bersiap-siap untuk berangkat. Kontrak kerja disana adalah 2tahun. Waktu yang lumayan lama. Tapi tidak apa-apa, daripada aku harus sakit hati melihat Evi dan Liya pergi.

9 Juni 2010. Akhirnya aku pergi..Evi dan Liya belum berangkat keluar negeri, karena mereka menunggu visa dan paspor. Rasanya puas sekali melihat mereka..haha. Aku bisa lebih dulu pergi daripada mereka. Hehe…

2 tahun berlalu…

Juni kembali datang..mengakhiri kontrak kerjaku di Batam. Perpisahan yang berat sekali. Aku masih ingin bekerja disini. Tapi, ya sudahlah. 2 tahun ini aku menemukan bayak hal tentang kehidupan, dan mulai bisa hidup mandiri. Setidaknya aku bisa makan dan membeli apa yang aku inginkan dengan uang hasil jerih payahku sendiri.

Disana aku juga mulai menemukan jati diri, aku mulai menutup auratku. Seperti akhwat-akhwat yang aku impikan jaman sekolah dulu. Hihi..pokoknya 2 tahun itu aku benar-benar mendapatkan pengalaman yang berharga.

Oh ya, aku dengan dua sahabatku yang bekerja di Malaysia juga sudah damai, ^^. Aku menyadari kalau kami diciptakan dengan rejeki masing-masing. Dan mungkin memang rejeki kami berada di tempat yang berbeda. Jadi lumayan bijaksana menghadapi permasalahan..hehe..

Kepulanganku waktu itu adalah untuk menikah. What?

Iya, selama 2 tahun ini aku mengenal seseorang laki-laki yang begitu baik, begitu perhatian dengan kehidupan agamaku dan juga begitu berniat untuk menikahiku. Dia jauh dariku, di Jawa. Dan keputusan untuk pulang dan menikah itu bukanlah keputusan yang dengan mudahnya aku putuskan. Kegalauan jelas terjadi di hatiku, bertabrakan dengan keputusanku untuk memperpanjang kontrak atau berhenti dan pulang.

Semua pendapat, mulai dari yang positif sampai ke yang negatif aku saring. Beberapa hari menghabiskan waktu untuk memutuskan. Sungguh berat. Berat untuk meninggalkan pekerjaan, tapi juga berat untuk menolak tawaran menikah. (Meskipun aku dangkal ilmu agama aku tahu menikah adalah ibadah dan membuka pintu rezeki). Semua rasa ketakutan aku rasakan, mulai dari faktor umurku. Aku masih muda, labil dan sensitif. Aku khawatir setelah menikah aku belum bisa mengontrol kedewasaanku. Berbagai faktor juga membuatku bimbang, aku melangkahi kakak perempuanku.

Singkat cerita akhirnya aku pulang dan memantapkan hati untuk menikah. Dan ajaib, semua berjalan lancar..padahal segal sesuatunya serba mendadak. Mulai dari tanggal pernikahan, samapai tanggal kepulanganku yang hanya selisih 1minggu menjelang hari H. Alhamdulillah..

Seluk beluk tentang Mas Tata mulai aku ketahui. Mulai dari kebiasaan tidurnya, cara makannya, cara bercanda dan semuanya (mungkin belum seberapa karena masih pengantin baru). Kami berdua pindah ke Bogor, kota tempat Mas bekerja. Disini kami mengontrak tumah kecil sederhana, cukup untuk kami berdua dan sangat dekat dengan kantor dimana Mas bekerja.

Rencana awal aku akan mencari pekerjaan di kota ini. Pekerjaan apa saja, yaang penting bisa menghilangkan perasaan bosan saat Mas pergi kerja. Huff..tapi mungkin Allah sedang mengajariku untuk bisa menjadi istri yang baik dulu sehingga aku belum mendapatkan pekerjaan. Hanya rasa bosan yang terus menggelayut, di rumah sendiri dan begitu sepinya. Untung bulan pertama Mas setuju untuk membelikanku televisi. Hehe..

Dua bulan berlalu, dan alhamdulillah aku hamil pertama. Dan aku mencoba masuk ke sebuah pabrik tekstil dekat rumah. Dan diterima langsung..huh betapa bahagianya setelah sekian lama nganggur. Hehe.. Tapi ternyata itu tidak berlangsung lama, aku tidak betah lama-lama berdiri.  Akhirnya aku keluar. Dan aku tidak merasa menyesal. Karena Mas selalu bilang aku tidaklah wajib bekerja. Memang dari awal aku yang ngotot pengen kerja. Dan akhirnya Mas tertawa melihatku keteteran semenjak bekerja. Katanya Mas memang sengaja membuatku seperti itu supaya bisa ngerti. Hehe..

Sekarang mungkin Allah sedang memberiku ujian, apakah aku bisa menjadi istri yang baik dan shalihah. Semoga semua terwujud sesuai dengan impian kami berdua.🙂

#tulisan kapan ya, saya lupa..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s