Apakah Kritikan Itu Menyakitkan?


Menjadi seseorang yang belajar menjadi lebih baik memang tidak semulus yang diinginkan. Selalu benar, dan urut dengan prosedur jalannya proses. Rasanya jarang sekali menemui seseorang yang perfect langsung cling jadi hebat. Tentu semua hal melewati proses, proses untuk berubah. Berubah untuk menjadi baik atau buruk? Itu terserah Anda!

Lalu, apa peran kritik dan saran orang lain?

1600flowers_2010Memang bagi sebagian orang yang berlapang dada untuk menerima segala bentuk kritikan, hal ini tidaklah masalah. Tapi bagi mereka yang memiliki ‘hati kecil’? Apakah hal ini mudah?

Tidak.

Sebagai orang yang mempunyai hati kecil seperti saya (jawa; cilik aten), hal seperti itu membuat saya langsung drop. Bahkan yang tidak penting sekalipun. Sampai saat ini saya masih berusaha membesarkan hati saya (kalo bisa saya tiup, pasti saya tiup..*emang balon?). Setiap kali saya mendengar orang berkomentar terhadap saya, entah itu ganas atau bahkan dengan kata halus yang saya belum bisa mencerna apa masksudnya, sudah bisa dipastikan akan membuat saya diam dan banyak berfikir. Atau bahkan menangis.

Saya sendiri heran, kenapa saya punya kebiasaan yang seperti ini. Pesimis, dan rendah diri. Selalu saja, membuat saya sendiri sesek, seperti ada yang salah dengan apa yang saya lakukan. Dan akhirnya membuat saya berkesimpulan: Saya tidak bisa lebih baik dengan lebih menguatkan hati! Dan ini sungguh menyiksa saya.

Entah curhat atau apa tulisan ini bisa disebut. Memang sepertinya saya lebih cocok bercerita sendiri dan menyimpan gelembung-gelembung pertanyaan dalam hati saya daripada membagikannya dengan orang lain, meskipun orang itu adalah orang terdekat saya. Kenapa begitu? Saya kurang dewasa dalam menyikapi segala sesuatu. Saya belum bisa mengendalikan fikiran saya untuk tetap pada level husnudzon.

Kenapa tidak berusaha untuk selalu menanamkan positif thinking dalam hidup?

Saya mencoba, dan mencoba..selalu menguatkan hati sendiri. Seperti yang orang-orang tuliskan dan katakan dengan mudah, ‘biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu’. Selalu berfikir ‘mungkin orang lain sayang dengan saya, mengingatkan saya dengan cara yang seperti itu’ atau ‘mungkin orang lain memperhatikan saya, sehingga beliau bisa berkomentar seperti itu’.

Yaaa,,,saya memang belumlah sempurna, belum sepenuhnya baik. Tapi saya berusaha untuk menjadi lebih baik, lebih dewasa dan lebih kolektif dalam menyaring komentar orang lain. Dan mungkin yang lebih penting lagi bagi saya adalah membesarkan dan melapangkan hati.

– Kesalahan itu pasti pernah dilakukan orang lain. Dan daripada saya membingungkan mana yang harus saya ikuti, lebih baik saya mencari jati diri saya sendiri dan berusaha untuk menciptakan diri saya sendiri. Saya tidak mau hidup dengan ‘nebeng’ citra orang lain. Salah bolehlah sekali…tapi tidak untuk berikutnya. –

Huuffftt.. Akhirnya saya menemui juga hal seperti ini (Lagi!). Meskipun tidak langsung tertuju kepada saya, tapi saya merasa ‘tersentuh’ dan berfikir itu adalah tertuju untuk saya. Okelah, ini adalah sesi pendapat sendiri-sendiri. Dan kita punya cara sendiri untuk mengungkapkannya.

Ohhh sudahlah…ini hanyalah sebuah diary. Mungkin beberapa waktu yang akan datang, tulisan ini bakal membuat saya nyengir.

Semoga Allah selalu menuntunku menjadi manusia yang selalu taat padaNya.

#Dan terimakasih, karena saya sekarang bisa merasa lega dan bisa tersenyum..πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s