Susahnya Istiqomah


Astaghfirullah…T.T

Berusaha untuk terus menginstropeksi diri, terus dan terus. Belakangan ini merasakan bahwa saya kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Contohnya yang satu ini: ngajar TPA. Awal saya pindah kesini saya pernah ikut ngajar anak-anak ngaji di sekitar sini, di musholla deket kontrakan. Awal banget saya pindah, belum hamil, dan masih ikhtiar cari kerja kesana kemari. Akhirnya saya dapet kerja, padahal ngajar TPA-nya baru dua kali. Dan akhirnya saya meninggalkan ngajar saya karena harus bekerja full seharian. Tapi ternyata saya cuma betah bekerja dua hari saja, sisanya nganggur di rumah. Dilema mulai menyerang, pengen banget rasanya ngajar TPA lagi, tapi malu saya lebih mengalahkan niat saya yang akhirnya membuat saya hanya termenung setiap kali mendengar celotehan anak-anak di musholla.

Saya memang bukan pecinta anak-anak, (dan saya sedih karena si Mas menginginkan saya mencintai anak-anak) saya kurang sabar dalam menghadapi anak-anak. Tapi bukan berarti saya tidak pernah ikut ngajar TPA. Dulu waktu sekolah (SMP-SMK) saya adalah remaja aktif di masjid rumah, meskipun rumah saya lumayan jauh dari masjid. Dan saya juga tidak alpa jadi ‘ustadzah’ di TPA dusun saya, bahkan masa-masa itu adalah masa cemerlang TPA. Saya sangat aktif 3 kali dalam seminggu mengajari anak-anak hal-hal yang saya ketahui tentang agama. Dari mengubah sistem pembelajaran, sampai sistem organisasi TPA. Dari kegiatan yang hanya rutin ngaji terus sampai suatu ketika saya ubah menjadi pelajaran agama dan permainan anak-anak. Ya, itu masa saya dahulu.

Hufftt, mengingat itu saya hanya sedih, kenapa saya tidak bisa seperti dulu. Masih semangat dan semangat. Karena waktu itu TPA di dusun saya tidak dipungut biaya sepeserpun alias sukarelawan. Dan hebatnya tidak ada ustad-ustadzah permanen, yang ada hanyalah para pelajar tingkat SMP-SMK yang jadi gurunya. :’)

Kini, setelah sekian lama tidak menyentuh dunia anak-anak lagi saya mencoba untuk terjun lagi disini. Apalagi sebentar lagi saya akan punya seorang anak, titipan ALLah, dan saya tidak ingin anak saya tidak mengenal lingkungannya.

Kini, setelah berbulan-bulan absen dari ngajar TPA yang sebentar itu, saya kembali muncul. Sore ini. Dengan bulat hati, menerapkan husnudzon dan membuang jauh-jauh prasangka buruk orang lain tentang saya, akhirnya saya kembali lagi. Lega rasanya bisa kembali duduk bersama anak-anak, kembali bersabar menghadapi anak-anak. T.T

Dan detik ini saya menyadari, bahwa istiqomah itu tidaklah mudah. Banyak sekali hal yang membuat kita malas untuk tetap bertahan. Bukan itu saja, fikiran-fikiran yang entah darimana kadang membuat saya merasa minder untuk kembali ke jalan kebaikan. “Ntar digunjingin tetangga loh, ditanyain kenapa ga keluar-keluar dari rumah, iya tuh di rumah terus, ga pernah keluar, dan bla bla bla..”. Sering kali seperti itu, karena saya sadari fikiran saya memang kadang tidak terkontrol, dan jadinya niat yang baik itu hanyalah tinggal niat, tidak lagi diupayakan untuk dikerjakan.

Padahal IMAN itu adalah meyakini dalam hati, mengakui dengan lisan dan lebih sempurnanya lagi mengamalkan dengan perbuatan. Nah, lalu apakah saya sudah menjalankannya dengan perbuatan saya? Rasanya belum, bahkan saya tidak berusaha untuk mengamalkannya! T.T

Hanya bisa menangis, ketika saya tak kuasa membayangkan komentar orang tentang saya (miris banget, jangan ditiru), membiarkan fikiran-fikiran buruk saya menggelantung menghalangi perbuatan saya. Contohnya ya TPA ini.

Tapi alhamdulillah, saya bisa kembali lagi. Berharap esok akan seperti ini lagi, lagi dan lagi. Saya ingin istiqomah! Aamiin Ya Allah.

Saya ingin mengajarkan kebaikan kepada janin saya, mengenalkan suara anak-anak membaca Iqro’, membaca Al Qur’an. Ya Allah, semoga Engkau menjaga niatku ini, T.T

Dan semoga, semuanya akan berjalan lancar. Allahumma yassir wa laa tu’assir. Aamiin. :’)

Upgrade niat, upgrade terus..terus..dan teruuss!! Semangattt!!! ^^

#sore yang indah karena bisa ngajar TPA lagi. :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s