Akhirnya..


Setelah berfikir, lagi dan lagi…

Keputusan itu berubah, menjadi MUDIK! Hoho..memang bukan hal yang mengejutkan, karena saya ini emang masih labil dalam hal seperti ini, hihi. Impian untuk melahirkan dan babymoon bertiga sama si Mas akhirnya harus saya geser jadi prioritas yang kedua (kalo kesampean). Ya, beberapa hari lalu akhirnya si Mas mengijinkan saya pulang, dengan keberatan hati yang khas, tapi beliau lumayan sudah bisa menerima dengan legowo.

Mengalah pada akhirnya bukan kalah. Saya selalu bilang, bahwa mungkin melahirkan tanpa suami di samping saya adalah adalah suatu hal yang mengganjal perasaan. Bagaimanapun si Mas adalah separuh nyawa saya selama 10 bulan terakhir ini, dan saya sudah melayaninya, mendampinginya, dan belum pernah sekalipun Long Distance Marriage. Memang sempat terfikir oleh saya, bagaimana dengan hidupnya di rantau nanti, semua kembali dilakukan sendirian. Tapi itulah resikonya.

Informasi tentang berkas-berkas yang akan lumayan menyulitkan kami untuk lahiran di rantau akhirnya membuat kami berdua berfikir ulang. Harus menggunakan birth plan yang mana. Dan setelah diskusi dengan dua pasang orangtua tercinta, akhirnya kami harus bisa β€˜manut’ dan legowo untuk pulang dan lahiran di Jogja. Huufffttt…

Bukan suatu keburukan menurut saya. Saya pribadi pun menginginkan pulang, meskipun masih fifty-fifty. Masih bimbang antara meninggalkan suami atau menaati orangtua dan mertua. Dan akhirnya si Mas dengan ikhlasnya mengijinkan saya pulang, meskipun hati kami berdua sama-sama berat. Tak apalah, saya masih punya prioritas penting yaitu membuat dedek sehat, sehat, sehat, dan lahir lancar. Semua tidak akan sesuai keinginan jika saya tidak berusaha membuat saya sendiri semangat untuk lahir normal. Meskipun ketakutan itu ada dan sekarang ditambah tidak ada tangan kokoh di genggaman saya, saya harus bisa mandiri. Ya, sekarang itulah prioritas saya. Entah akhirnya saya lahiran dengan di dampingi Ibu atau Ibu mertua, saya hanya ingin menunjukkan kekuatan dan semangat saya untuk bisa menjadi Ibu.πŸ™‚

Tentu hal ini sangat mengganjal perasaan saya, tapi dengan berbagai cara apapun itu akan saya lakukan. Tak terkecuali SABAR. Hal ini adalah hal penting saat ini, dan harus dijaga keberadaan sabar dalam diri saya.

Jaaaadiiii…

Apapun keputusannya, semoga Allah selalu meridhoi, selalu mengiringi keputusan yang kami buat ini. Dan dedek yang baik, kita harus saling menjaga ya dek.. karena Umi dan Ayah sangat mengharapkanmu lahir dengan tenang dan lembut.

#akan pulang kampung akhir Maret ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s