Tentang Alasan Mencintai


Bang, kenapa kita menikah?”

“Karena bagiku tidak akan ada pernikahan tanpamu.”

~Asma Nadia, Sakinah Bersamamu~

—000—

Belakangan ini sering sekali merasakan aneh dalam diri sendiri. Sering manja pengen begini-begitu, pengen diperhatikan ‘lebih’ sama si Mas. Lalu terlintas pertanyaan, “Mas, kenapa milih aku jadi istri Mas?”. Pertanyaan yang akhirnya saya anggap konyol. si Mas cuma tersenyum penuh arti, membuat saya tambah bingung.

Memang, tidak dipungkiri setiap orang pasti ingin tahu tentang sebuah alasan kenapa bisa mencintai dan bahkan menikahi. Apalagi bagi saya, kepo yang berlebihan kadang bikin orang jengkel, hehe. Tapi mau gimana lagi, saya penasaran sama si Mas yang bisa begitu pintarnya menyembunyikan perasaan tertentu tentang saya.

“Setiap orang punya alasan dek, memang. Tapi Mas ga punya alasan buat mencintai bahkan menikahi dek. Tau gak? Soalnya kalo ada alasan yang mendasari kenapa mas mencintai dek, itu artinya kalo suatu saat alasan itu hilang dari diri dek, mas ga mencintai dek lagi dong?”

Iya sih. Tapi…

Pernah juga pertanyaan konyol lainnya muncul di benak saya. Saat itu lagi musim nikahan temen-temen kuliahnya. “Mas, kenapa dulu ga pilih nikah sama yang sesama sarjana aja? Yang sama-sama pinter gitu?”. Nah, saya aja sekarang geli kalo inget pertanyaan konyol saya itu. Iya, soalnya temen-temennya yang ngasih undangan itu namanya bergelar sarjana semua, mempelai wanita dan pria-nya. Dan saya membayangkan betapa lengkapnya ya kalo bisa mempersunting pasangan yang sama latar belakangnya. Hihi,, konyol banget.πŸ˜€

Jawaban konyolnya juga begini,πŸ˜€

“Ah ga kreatip. Paling-paling nikah sama satu angkatan, kalo ga ya adek angkatan, gitu-gitu doang. Dek kan ngerti Mas orangnya nyleneh. Ya ga papalah, suka-suka Mas. Lagian kalo uda jodoh ya ga bakal kemana-mana. Apalagi jodohnya turun dari kayangan kayak dek, haha.” (Sebel banget, si Mas emang suka banget nyindirin saya, karena rumah saya ada di dataran tinggi. :$)

Nah? Bingung sendiri..

Akhirnya suatu kali pernah si Mas cerita sama saya.

“Jodoh udah diatur dek, sama seperti kita. Dek ga nyangka juga kan cuma gara-gara KKN kita bisa nikah kayak gini? Dan jodohnya emang seperti itu. Tulang rusuk itu ga bakalan ketuker. Namanya bagian tubuh ya pasti kembali sama yang punya. Kalopun Mas bergelar sarjana dan dek ngga, itu bukanlah alasan untuk tidak menikah.

Sarjana itu bukanlah sebuah kewajiban, dia hanyalah sebuah prestasi diri, yang Mas anggap bonus dari Allah. Dan pasangan yang diciptakan Allah itu adalah saling melengkapi, bukan saling menuntut. Kalo dek ga sarjana, ya sekarang Mas lengkapin deh, kan jadi istrinya sarjana, hehe.

Lagian sarjana itu menurut Mas cuma sebagai jalan seseorang. Emang sih banyak kemudahan yang didapat daripada lulusan SMA atau SMP, pekerjaan gampang di cari, katanya. Tapi tau ga dek, semua tidak bisa didapetin cuma dengan kuliah dan bergelar sarjana. Semua butuh kerja keras dan usaha serta keyakinan yang kuat bergantung sama Allah. Mas bisa kuliah dan lulus dengan sebaik ini karena Allah selalu mengiringi, selalu meridhoi, dan Simbok juga selalu ridho mendoakan Mas supaya bisa lulus kuliah tepat waktu.

*sekilas info*

Si Mas ini adalah satu dari sedikit orang yag bisa kuliah gratis karena beasiswa dari UGM angkatan 2006. Beliau susah payah pengen kuliah, tapi keadaan orangtua yang tidak memungkinkan untuk membiayai kuliah yang biayanya bisa sampai berpuluh-puluh juta, akhirnya beliau cari beasiswa. Tapi karena keinginan dan keyakinan yang kuat akhirnya beliau bisa mendapatkan beasiswa full di UGM sebagai mahasiswa Fakultas Tekhnologi Pangan. Alhamdulillah kuliah berjalan lancar dan lulus tepat waktu, 4 tahun dengan predikat Cumclaude (bener gini nih nulisnya?). :’)

*lanjuuut lagi*

Tapi lihatlah dek, di luar sana banyak orang bergelar sarjana yang pengangguran. Jadi kita harus bersyukur diberikan Allah nikmat yang sebanyak ini. Mas bisa kerja, bisa nikah juga.

Dan bocoran dikit ya dari Mas, hehe. Wanita-wanita yang kuliah itu menurut mas lucu. Ya, ga semuanya sih yang seperti itu. Tapi beneran loh dek, dulu Mas pernah ngamatin cewek, en kalo diskusi maunya menang banget, ga mau kalah. Kalopun kalah dia ga mau ngaku kalah, karena gengsi. Kalo Mas sih biasa aja nanggepinnya, tapi temen-temen cowok Mas yang lain? Mas ga tau.

Mas itu ga terlalu suka wanita yang mendekte banget. Mas suka yang sederhana dan lugu, yang manis dan penurut. Karena pada dasarnya wanita itu butuh tiang, yaitu laki-laki. Sepintar apapun wanita itu. Dek ngerti kan, wanita itu tulang rusuk yang bengkok.Yang akan lebih kuat kalo udah kembali kepada tubuhnya (yaitu jodohnya).

Jadiii…meskipun Mas sarjana dan dek engga, jangan sedih. Apa gunanya sarjana-nya Mas tanpa dek? Hidup ini bukan untuk memikirkan suatu hal konyol seperti itu (*jleb), tapi untuk lebih menyiapkan untuk apa kita hidup disini. Untuk sama-sama saling melengkapi, dan memahami.

Jadi dek anggap aja Mas ini orang biasa, kan emang makannya juga sama.πŸ˜€ Makan nasi, sama kok kayak dek. Udah ya, jangan mikir aneh-aneh. Dek itu sesuatu berharga dalam hidup Mas, sarjana mah kalah..hehe

~the end~

Kata-kata bijak cinta romantis

Yah, sesuatu yang membuat saya malu sebenarnya. Banyak orang-orang diluar sana lebih sering menganggap saya beruntung karena bisa dapet suami sarjana, pinter, ganteng lagi, sedangkan saya hanya seorang biasa yang bisa dikatakan ga istimewa. Dan hanya gara-gara itu saya mempertanyakan alasan kenapa si Mas menikahi saya. Sungguh konyol.. :3

Bikin kesimpulan,,

Sebuah keberuntungan? Hmm, mungkin bisa dikatakan begitu. Tapi saya yakin si Mas menganggap lebih dari sekedar beruntung. Karena meskipun saya bukanlah dari latar belakang pendidikan yang sama, saya bisa mendampingi beliau, seumur hidup saya insyaAllah (aamiin). Sebuah hal yang lebih penting adalah bagaimana menjadi diri yang bisa melebihi seorang sarjana yaitu menjadi istri shalihah. Istri yang menjadi penyejuk keluarga, pencipta keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah. Itulah yang sebenarnya menjadi tugas yang benar-benar ‘tugas’ wanita.

kata-kata-mutiara-motivasi-kata-mutiara-motivasi-hidup-kata-mutiara-motivasi-kata-mutiara-motivasi-cinta-kata-kata-mutiara-motivasi-hidup-

Jadi, bersyukur dan harus selalu bersyukur. Belajar, dan selalu belajar. Allah menciptakan makhlukNya dengan garis perannya sendiri-sendiri. Maka jadilah peran terbaik dalam kehidupan.πŸ™‚

#selamat milad Mas,,,πŸ™‚

(edisi nulis sesuatu yang sebenernya bersumber dari percakapan-percakapan kecil yang diakumulasi belakangan ini..hihi, dan semoga menginspirasi semua wanita di dunia, hehe :D)

Bogor, 06 Maret 2013

5 thoughts on “Tentang Alasan Mencintai

  1. so…sweet,,heheheh..aku juga punya suami berlatar belakang sarjana dan dari kelaurga yang berpendidikan tinggi mbak,,cerita ini menginspirasi aku mbak,,untuk menjadi seorang yang melebihi dari sarjana hehehhe..istri solehah,baik,penurut…

    • Hihi..iya mbak..yg jd penilaian bkn titelnya, tapi sejauh mana qt berusaha jadi istri yg sholehah dan dicintai suami..πŸ˜€
      Semoga titel sarjana bukan alasan untuk jd istri yg sholehah ya mbak..hehe

  2. keren mbak , saya juga cuma perempuan biasa,tidak pula bertitle,saya belum sampe menikah,baru tahap pacaran,tapi akhirnya putus karna pacar sangat menuntut saya agar mempunyai gelar di belakang nama seperti diaπŸ™‚ *berusahamoveon*

    • Wew, iya ya mbak? Duh segitu banget sm titel..tapi ya bagaimana pun itu mgkin jalan buat mbak, mungkin ga berjodoh sm si dia. Tetep semangat ya mbak..mencari yg mau bner2 menerima sikon diri..πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s