Tentang Sebuah Rindu


Entah kenapa..setiap baca kisah melahirkan, jadi suka melow, suka terharu ga jelas. Apalagi yang didampingi suami, hiks..serasa itulah peristiwa paling romantis selama hidup seorang istri.๐Ÿ˜ฅ

Sabar..

Memang butuh kesabaran, pada akhirnya saya selalu harus menghibur diri sendiri, menguatkan hati dan meminta sama Allah supaya kuat. Melahirkan tanpa si Mas, awalnya saya merasa seperti kehilangan sesuatu, karena dia adalah belahan jiwa saya. T.T

Entah kekonyolan atau sebuah kewajaran, saya sering nangis, kangen si Mas. Ya Allah..bener-bener mbrebes mili. Berkali-kali si Mas mengajarkan saya untuk sabar, selalu berdoa sama Allah. Tapi namanya udah kalap, malah semakin deres aja saya nangisnya. T.T

Melahirkan tanpa si Mas, itu memang opsi terberat saya. Hufft..tapi dibalik itu, masih tetap terselip harapan saya untuk bisa melalui proses ini bareng si Mas. Entah bagaimana caranya. Saya selalu berpesan sama dedek, supaya bisa nunggu ayahnya pulang. Membooking lahirnya dedek, sampai ayahnya bisa menyaksikannya lahir ke dunia. Ya Allah,,aamiin.

Engkau Maha Tahu dan Maha Menghendaki.. :’)

#nguatin diri lagi..

One thought on “Tentang Sebuah Rindu

  1. Sama banget mba yang aku alami skrg.. saat ini aku tinggal menunggu hari kelahiran.. tp suami masih dinas.. ga kebayang melahirkan tanpa didampingi suami๐Ÿ˜ฆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s