Gaji Pertama


Tiga tahun yang lalu tepatnya tanggal 10 Juni 2010, saya resmi bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Batam. Kenapa begitu jauh? Hehe, soalnya ini adalah mimpi pertama saya selepas lulus sekolah menengah atas. Begitu jauh dari kota asal saya, Yogyakarta. Alesannya sangat klasik: ingin membantu orang tua plus belajar hidup mandiri.

Sekilas tentang kemandirian, di Batam saya hidup ber-enambelas satu kamar asrama. Kebayang kan betapa rame-nya kamar kami setiap hari. Enam-belas orang itu berbeda-beda, dari orang tua yang berbeda, otomatis sifatnya pun berbeda-beda. Unik memang, hidup rame-rame di kota orang, meskipun tak jarang selisih paham sering terjadi di antara kami, tapi alhamdulillaah bisa terselesaikan dan hidup damai selama dua tahun.

Oke, kembali ke pekerjaan.

Apa pekerjaan saya tiap harinya? Hehehe, awalnya saya khawatir pekerjaan saya akan begitu sulit. Tapi ternyata? Sangat gampang!! Cuma ngecek barang yang sudah jadi alias tukang Inspection barang-barang. Kalo banyak reject tinggal ngomel ke yang running (yang ngerjain), hahaha. FYI, bagian saya emang bikin barang-barang kuecil banget, segede kancing baju. Ada yang manual ada pula yang pake mesin. Dan dari sekian pekerjaan, saya rasa pekerjaan saya ini terlalu santai. Gimana engga coba, wong kadang saya bisa jalan kesana-kemari, bantuin running, malah kadang bisa sampe ketiduran kalo lagi shift malam. O iya, kebanyakan perusahaan di Batam pake sistem shift, yang mau ga mau pasti ada shift malamnya.

Kita tinggalkan pekerjaan.

Gaji tiap bulan di perusahaan saya biasanya jatuh pada tanggal 29, dan tutup buku di tanggal 10 tiap bulannya. Nah karena saya taken contract tanggal 10, jadi seharusnya saya gajian bulan depan, bulan Juli. Tapi entah kenapa tiba-tiba ada pemberitahuan bagi karyawan baru tanggal 29 Juni gaji sudah bisa diterima, alhamdulillaah. Karena saya memang Cuma dikasih โ€˜sanguโ€™ 500 ribu doang. Jadi kalo sudah gajian ya alhamdulillaah banget, hehe.

Dan tanggal 29 Juni itu ternyata saya gajian 900 ribu-an (nominalnya lupa), ada di ATM saya. Gaji pertama saya ini langsung saya ambil beberapa, trus saya beliin adek kembar saya mukena anak untuk masing-masing. Itu karena adek saya ini belum punya mukena, jadilah saya belikan mukena anak seharga @60.000. Langsung paket deh ke Jogja, meskipun mihil banget ongkirnya, 25 ribu.

image

Adek kbar, Amanah

image

Satunya, Aminah

Jadi itulah yang saya berikan ke adek saya. Bulan pertama gajian saya belum bisa ngirim ortu, karena nominalnya hanya cukup buat hidup di Batam (harga pangan lebih mahal daripada di Jawa). Tapi alhamdulillaah bulan-bulan berikutnya bisa bantu orangtua meskipun sedikit serta bisa beli macam-macam barang yang saya inginkan, hehe

“Tulisan ini diikutsertakan dalam
Giveaway Berbagi Inspirasi
Bersama First Salary yang diadakan
oleh
www.wamubutabi.blogspot.com”

One thought on “Gaji Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s