Galau


Kadang galau-nya emak2 irt itu sedikit ribet dan lebay, tapi bisa juga itu hal yg sangaaaaattt menekan pikiran, sampai2 galau begini.

Oh ya, keputusan suami utk resign juga termasuk daftar masalah yg bikin galau emak2πŸ˜€. Kalo dulu saya di-curhat-i tetangga sebelah ttg keputusan suaminya utk berhenti kerja, saya hanya bisa mendengarkan. Tapi sekarang, ternyata….tidak hanya butuh org utk mendengarkan, tapi solusi.

Solusi apa yg bisa saya cari, suami dah bener2 tertekan pgn resign mulu. Pengennya pulkam aja, ya ampun asli saya pening tujuh keliling alias lebay. Entahlah, rasanya memang susah-susah-susah (lebay).

Mungkin ini ujian pertama kami tepat di tahun ketiga kami menikah (9-06-12), dg keinginan suami yg bener2 pgn istirahat sejenak dari hiruk pikuk dunia kerja yg menguras pikiran. Terlalu banyak drama…begitu katanya. Ya, memang, suami saya korban (haha) PHP promosi perusahaan. Sudah 5 bulan ini diangkat jadi Manager CS, tapi gaji tetap Supervisor. Bagi saya tak apalah asal masih bisa digaji (istri macam apa saya ini). Tapi bagi suami saya, pekerjaan yg banyak n menguras tenaga tidak sebanding dg gaji yg diperoleh. Apalah dayaa, politik bisnis memang seperti itu. Dan bukan hnya suami saya, tp banyak rekan2nya yg diperlakukan seperti itu, dibikin gerah n ditekan oleh atasan. Gggggrrrr cerita saya penuh drama nih.

Oleh krn itulah beberapa hari ini saya disibukkan dg ‘keluhan’nya tiap pulang kerja. Apa daya sayaa, yg hanya bisa mendengarkan dan mendoakannya. Saya ingin suami saya ceria lagi, ga kusut tiap pulang kerja. Hiks. Mungkin inilah sinyal2 untuk hijrah di tempat lain, di tempat yg lebih baik.

Teman, doakan keluarga kami, agar bisa mendapatkan lingkungan dan pekerjaan yg baik. Aamiin.

2 thoughts on “Galau

  1. menarik sekali mba’ tulisannya kdg hal sprti itu bisa mjd hambatan memaknai sumeleh dan nrimo ing pandum

    Sumeleh itu proses melepas apa yg ada sedangkan Nrimo Ing Pandom proses menerima apa yg ada, jd merupakan satu kesatuan kinerja timbal balik

    Permasalahan justru terletak di bagaimana bahwa yg akan kita terima itu adalah panduming dumadi?

    Ataukah kita masih kudu berikhtiar dgn level yg lebih tinggi agar terbentuk kenyataan baru?

    Padahal cukup itu adalah tanda syukur

    “Good luck”

  2. aamiin… saya ikut mengamini saja mbak.. soalnya saya juga pernah merasakan nggak enaknya diperlakukan “seenaknya” oleh perusahaan tempat kita bekerja selain lingkungannya yang nggak nyaman juga.. dan akhirnya saya memutuskan resign, alhamdulillah mendapatkan yang lebih baik..
    istikharoh saja dulu mbak… dan semoga mendapatkan yang terbaik…
    salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s